Mari Ciptakan Generasi Hebat Lewat Sidat


1 September 2016

Ikan Membuat Orang Jepang & Yahudi Pintar? Bukan rahasia lagi tentang tingkat kecerdasan bangsa Yahudi, dan akhir-akhir ini Jepang pun menjadi bangsa yang diakui kecerdasannya di dunia.

Adalah fakta yang bahwa tingkat kecerdasan orang Jepang berada di atas rata-rata tingkat kecerdasan orang Asia lainnya. Hal ini dibuktikan dengan kemajuan teknologi (Iptek) Jepang yang mendapat pengakuan internasional dan sejajar dengan negara-negara industri maju. Selain itu orang Jepang juga dikenal tetap sehat dan memiliki gairah hidup tinggi sampai usia tua, bahkan sampai usia 80 tahun.

Dari aspek gizi dan pangan, ternyata bahan pangan yang mendominasi makanan orang Jepang ialah ikan, dengan tingkat konsumsi rata-rata 60 kg per orang per tahun. Tingkat konsumsi ikan orang Indonesia masih di bawah 30 kg per orang per tahun. Sementara di Malaysia sudah mencapai 37 kg per orang per tahun.

Kadar protein ikan segar atau olahan cukup tinggi, seperti cakalang 24,2%, tuna 23,7%, bandeng 21,7%, lemuru 20,2 %, ikan mas 16%, pindang 27%, ikan asap 30%, ikan asin 42-50%, udang segar 21% dan udang kering 62,4%. Kandungan lemak ikan rendah, umumnya di bawah 5%. Bandingkan dengan kandungan lemak ayam yang mencapai 25%. Ikan juga kaya akan kalsium, fosfor, besi, vitamin A dan B1.

Salah satu komponen gizi yang terkandung dalam ikan dan diduga berperan dalam meningkatkan kecerdasan ialah Docosa-hexaenoid-acid (DHA), yang merupakan asam lemak tak jenuh ganda berupa rantai panjang Omega-3, terdiri dari 22 aatom karbon, 32 atom hydrogen dan 2 atom oksigen.

Belakangan ini DHA dijadikan food supplement, antara lain dicampur dengan susu bayi dan balita, susu untuk ibu hamil, biskuit bayi, kapsul dan minyak ikan. DHA juga terdapat di dalam air susu ibu (ASI), dengan demikian bayi yang disusui secara penuh (dua tahun) kebutuhan DHA-nya sudah terpenuhi. Bagi orang yang terbiasa mengkonsumsi ikan, terutama ikan air dingin seperti salmon tuna dan macherel kebutuhan.

Dengan memahami kandungan gizi ikan yang sangat baik untuk kesehatan maupun kecerdasan otak, masyarakat Jepang lebih memilih makan ikan dibandingkan makan daging. Beragam menu makanan Jepang umumnya berbasis ikan. Khusus ikan sidat, Jepang permintaannya mencapai 120.000 ton per tahun. Dan itu baru permintaan yang diajukan Jepang ke Indonesia, yang mereka tahu bahwa Indonesia adalah sumber bibit ikan sidat yang sangat potensial.

Untuk mendorong masyarakatnya mengonsumsi ikan sidat secara teratur, pemerintah Jepang menetapkan satu hari dalam satu tahun sebagai hari makan ikan sidat.

Lalu bagaimana dengan orang Yahudi, apa yang membuat mereka umumnya pintar-pintar?

Seorang peneliti dari Universitas Massachuset USA, yaitu DR.Stephen Carr Leon membuat penelitian mengenai kualitas hidup orang Yahudi. Dari hasil penelitiannya terdapat fakta-fakta bahwa: ternyata bila seorang wanita Yahudi hamil maka ia segera meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi, bermain piano dan mendengarkan musik klasik. Tidak hanya itu saja, mereka juga mulai mempelajari matematika lebih intensif juga membeli lebih banyak lagi buku-buku tentang matematika. Mereka pelajari buku-buk tersebut dan bila ada yang tidak mereka ketahui, tidak segan-segan mereka datang ke orang lain yang lebih tahu matematika. Semua itu mereka lakukan untuk anak yang masih di dalam kandungan.

Setelah anak lahir, ibu yang sedanag menyusui anak anak memilih makanan dengan seksama. Mereka lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Dan pada siang hari mereka makan roti dengan ikan! Ikan dianggap sangat bagus untuk otak. Selain itu, para ibu Yahudi juga rajin minum minyak ikan (code oil lever).

Anak-anak Yahudi juga selalu dianjurkan untuk makan ikan dan minum minyak ikan serta mengonsumsi buah. Selain makanannya sangat diperhatikan, anak-anak Yahudi juga diharuskan menguasai minimum 3 bahasa, yaitu: Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Aanak-anak juga diwajibkan dilatih bermain piano dan biola. Dua instrumen itu dipercaya dapat meningkatkan IQ mereka. Irama musik, terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi.

Sementara untuk olah raga, anak-anak Yahudi diutamakan untuk menguasai menembak, memanah dan lari. Menembak dan memanah dipercaya akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk fokus dan berpikir.

Di New York terdapat pusat masyarakat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia. Di sini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai pada aspek-aspek yang mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium , “reseaarch and develipment” khus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. Tidak heran bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi di berbagai bidang dan ‘menguasai’ dunia. Antara lain: Starbucks, Cocacola, Levis dan DKNY.

Mungkin, yang baik kita contoh dari ‘gaya hidup’ orang Yahudi maupun Jepang adalah kebiasaan mereka mengonsumsi ikan. Dimulai sejak ibu hamil hingga anaknya lahir dan terus hingga mereka dewasa.

Pendidikan yang bermutu memang sangat menunjang untuk menciptakan generasi yang hebat. Tetapi makanan yang bergizi tinggi juga merupakan syarat untuk melahirkan generasi yang sehat dan cerdas. Sebuah penelitian menyebutkan, mengapa orang Israel cerdas-cerdas? Ternyata jawabnya adalah, mereka terbiasa mengonsumsi ikan. Dan para ibu yang sedang hamil diwajibkan untuk banyak mengonsumsi ikan, selain juga harus berlatih piano klasik dan belajar matematika. Hal itu merupakan tradisi yang sudah turun menurun diterapkan oleh masyarakat Israel, sehingga begitu anaknya lahir, para ibu Israel bisa mengajarkan dua modal penting dalam kesuksesan hidup anak manusia: cara berpikir yang strategis melalui penguasaan matematika dan ketajaman atau kecerdasan otak karena selalu mendengarkan musik klasik.

Memang perlu program khusus untuk menciptakan generasi yang hebat. Program yang terarah hasil penelitian yang serius. Namun, memulai sebuah program dengan mengampanyekan secara terus menerus untuk menyajikan hidangan ikan sidat dalam keluarga, akan sangat membantu.

Mungkin pemerintah kita sudah harus mulai turun tangan untuk menangani ikan sidat secara luas dan terprogram jelas. Karena sebagai sumber daya alam yang sangat berharga ini, akan sangat sayang bila sampai tidak digarap secara benar. Yang terjadi selama ini, ikan sidat hanya ditangani secara sporadis dan masyarakat kita hanya menjadikan sebagai sumber penghasilan yang musiman. Para nelayan yang sudah paham harga bibit ikan sidat hanya puas dengan menjual bibit sidat di kala musim tiba. Setelah itu, mereka tidak mendapat manfaat apa-apa. Akan sangat bermanfaat bila selain menjual bibit, para nelayan atau masyarakat luas, bisa membesarkan ikan sidat sampai ukuran konsumsi. Setelah itu mereka bisa menikmati ikan sidat sebagai sajian di keluarga dan sebagian bisa dijual dalam kondisi hidup. Atau bila mau nilai ekonominya meningkat, bisa diolah menjadi fillet atau Unagi Kabayaki maupun abon.

Secara ekonomi ikan sidat memang sangat menjanjikan. Terutama bila digarap dengan serius dan profesional. Tentu saja diperlukan pengetahuan yang baik dan benar untuk bisa sampai menghasilkan penghasilan yang maksimal dan menguntungkan. Dan itu bisa dilakukan dengan mulai disosialisasikan pada kelompok-kelompok nelayan juga kelompok pemuda di daerah.(



Baca juga
  » 9 Juli 2016
Anak Saya Sehat & Cerdas Berkat Sidat
Suatu siang, sekitar setahun yang lalu, seorang wanita menelepon ke kantor kami. Dia mendengar bahwa ikan sidat sangat dahsyat nilai gizinya. "Saya punya balita, ingin beri dia ikan sidat, apakah aman?" Tentu saja kami sampaikan bahwa seperti juga ikan yang lain, ikan sidat sangat aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak juga balita.

  » 26 Juni 2016
Karakter Hidup Unik Ikan Sidat
Ikan Sidat adalah ikan yang sangat unik. Ikan ini bisa hidup di air tawar maupun asin. Hal ini dipercaya yang menyebabkan metabolisme dan daya tahan tubuh ikan sidat menjadi tinggi sehingga kandungan nutrisinya pun tinggi. Ikan Sidat dewasa akan berproduksi di laut. Setelah bertelur induk ikan sidat akan mati, sementara jutaan telur sidat yang sudah menetas menjadi anak-anak ikan sidat akan bermigrasi mencari muara dan menuju air tawar dan tinggal di air tawar hingga sidat menjadi dewasa. Setelah dewasa ikan sidat akan mencari laut untuk bereproduksi, begitu terus siklusnya. Ini terbalik dari ikan salmon yang justru mencari air tawar untuk melakukan reproduksi, dan anak-anaknya yang akan bermigrasi mencari laut.

  » 17 Juni 2016
Jawa Barat (Mitos Ikan Sidat)
Masyarakat Jawa Barat menyebut ikan sidat sebagai ikan lubang, karena memang ikan ini gemar bersembunyi di lubang. Alkisah, ketika zaman penjajahan Jepang, masyarakat diwanti-wanti oleh tentara Jepang, "Kalau kalian menemukan ikan yang ada telinganya, sebaiknya tidak dimakan. Itu ikan setan, berbahaya untuk dimakan." Tapi lucunya, ada tambahan pesan, "pokoknya, kalau kalian temukan, segera serahkan ke kami, supaya kami musnahkan."

  » 12 Juni 2016
Diburu Negara Maju
Dengan keunggulan dan manfaatnya yang sangat hebat itu tak heran bila negara-negara Eropa, Amerika, Taiwan, Korea dan Jepang memburu ikan sidat sampai di Indonesia. Beberapa waktu lalu perusahaan-perusahaan raksasa di Jepang yang bergerak di bidang ikan sidat khusus datang ke Indonesia untuk menyampaikan permintaan impor ikan sidat dari Indonesia, baik ikan sidat segar (yang masih hidup) maupun yang sudah dalam bentuk olahan seperti Unagi Kabayaki. Berbeda dengan di Indonesia, bisnis ikan sidat di Jepang melibatkan perusahaan-perusahaan multinasional raksasa seperti Mitsui, Marubeni, Sasakana dan lainnya. Ikan sidat yang secara besar-besaran dikembangkan di luar negeri, biasanya benihnya berasal dari Indonesia yang secara sembunyi-sembunyi diseludupkan dan dikembangkan di sana.

  » 10 Juni 2016
Manfaat Hebat Sidat
Ketika mengenal ikan sidat pertama kali, saya terpana dengan paparan gizi yang dikandungnya. Ternyata ikan yang bentuknya kurang cantik ini memiliki keunggulan yang jauh melebihi belut bahkan ikan salmon. Awalnya saya masih ragu, tapi setelah saya cari dari berbagai sumber, memang semua menguatkan data keunggulan ikan sidat.